Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Bagikan ini Artikel
X
Faktor Genetik Memengaruhi Cara Anak Mau Makan

Benarkah Susah Makan Itu Genetik?

 

Melewati usia dua tahun, Si Kecil makin tahu apa yang ia suka dan tidak suka, salah satunya dalam hal makanan. Ada masanya ia menjadi picky eater. Saat ini terjadi, Ibu mungkin bertanya-tanya bagaimana cara anak mau makan.

Kamis, 9 Agustus 2018

Menurut Natasha Cole dari Divisi Ilmu Gizi University of Illinois, Amerika Serikat, bagi sebagian anak, memilih-milih makanan merupakan bagian dari fase perkembangan anak. Jadi, hal ini tak hanya terjadi pada buah hati Ibu. Meski demikian, jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau gangguan makan lainnya di masa mendatang.

Oleh karena itu, penting sekali bagi Ibu untuk menemukan cara anak suka makan beragam makanan yang bernutrisi, bukan cuma yang disukainya.

Apakah Susah Makan Disebabkan oleh Faktor Keturunan?

Menurut penelitian, kebiasaan Si Kecil suka pilih-pilih makanan ini ternyata bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetik, lho. Dalam penelitian tersebut, pembahasan soal pola makan sehat Si Kecil ditentukan oleh dua hal, yaitu genetik (nature) dan kebiasaan makan sehat (nurture).

Peneliti di bidang nutrisi dan keluarga di University of Illinois, Amerika Serikat, telah mengamati hal tersebut selama 10 tahun untuk mengidentifikasi benar atau tidaknya karakteristik pemilihan makanan dipengaruhi oleh faktor genetik.

Pada kenyataannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat gen yang memengaruhi kebiasaan makan seseorang. Yeun Lee, seorang profesor di Departemen Ilmu Makanan dan Nutrisi Manusia Amerika Serikat mengatakan bahwa perilaku memilih makanan pada anak terpengaruh dari sifat orang tua, pola asuh, dan lingkungan.

Dilansir dari Huffington Post, dikenal istilah neophobia makanan sebagai faktor genetik terkuat yang berhubungan dengan picky eater. Profesor nutrisi dari University North of Carolina yang bernama Dr. Myles Faith meneliti soal hal ini. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sekitar 72 persen anak menghindari makanan tertentu karena dipengaruhi oleh gen.

Cara Anak Mau Makan

Natasha Cole kemudian menemukan fakta bahwa pada sebagian kasus anak yang picky eater, setelah anak diberikan makanan yang sama sebanyak 15 kali, anak tersebut akhirnya bersedia menerima makanan yang pada awalnya ia tolak mentah-mentah.

Jadi kuncinya adalah lebih bersabar dan tidak menyerah, Bu. Ketika Si Kecil menolak keras jenis makanan tertentu, sebaiknya Ibu tidak memaksakannya. Namun, Ibu boleh memberikan selingan makanan lain, baru kemudian kembali menawarkan menu yang sama.

Selain itu, Ibu juga bisa mencoba lebih kreatif dalam menyajikan makanan tersebut. Dengan penampilan yang berbeda, misalnya dihias seperti bento, mungkin saja Si Kecil lebih tertarik untuk menyantapnya.

Pada usianya saat ini, Si Kecil tentu perlu gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, Ibu perlu menerapkan berbagai cara anak mau makan dalam keseharian. Ibu juga dapat melengkapi kebutuhan nutrisinya dengan dengan memberikan susu Nestlé NANkid pHPro 3 yang mengandung protein whey terhidrolisis parsial. Tetap semangat ya, Ibu!

Selengkapnya

Gabung dengan Awal Sehat Tumbuh Sehat Nestlé Sekarang

Yuk, daftar jadi anggota dan dapatkan 4 keuntungan ini!

  • Tips lengkap seputar kehamilan & tumbuh kembang Si Kecil
  • Tools praktis mengenai kehamilan hingga tumbuh kembang Si Kecil
  • Layanan konsumen bebas pulsa
  • Info promo menarik

Daftar di sini!

Konten yang berhubungan

Apakah belum bisa menemukan
yang Anda cari?

Gunakan mesin pencarian baru kami untuk informasi terbaru.