Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Bagikan ini Artikel
X
Hal Berikut Ini adalah Cara untuk Mencegah Stunting

Cegah Stunting Sejak Dini dengan Mencukupi Kebutuhan Gizi Si Kecil

 

Asupan gizi merupakan salah satu hal penting yang dapat memengaruhi tumbuh kembang Si Kecil, terutama di 1.000 hari pertamanya (mulai dari janin hingga anak berusia dua tahun). Sebab, di tahap usia ini ia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ibu perlu memastikan kebutuhan gizi anak di 1.000 hari pertama tercukupi agar kelak tumbuh kembang Si Kecil tidak mengalami gangguan, contohnya seperti stunting. Lalu, apa yang dimaksud dengan stunting itu? Stunting adalah suatu kondisi tumbuh kembang anak yang terhambat, sehingga menyebabkan anak memiliki tinggi badan tidak ideal atau lebih pendek dibandingkan anak seusianya.

 

Kamis, 4 Januari 2018

Organisasi kesehatan internasional WHO menjelaskan bahwa, stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dapat disebabkan karena anak mengalami kekurangan asupan gizi, terjangkit infeksi, dan kurang mendapatkan stimulasi. Selain menyebabkan pertumbuhan yang tidak maksimal, gangguan tumbuh kembang ini juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan dan prestasi akademis anak di masa depan, Bu.

Di Indonesia, jumlah anak yang mengalami stunting terus meningkat tiap tahunnya. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, tercatat 37.2% anak mengalami stunting. Artinya, sekitar 8.9 juta anak atau setiap satu dari tiga anak di Indonesia mengalami pertumbuhan yang tidak maksimal. Angka ini tentu bisa jadi alarm bagi Ibu betapa pentingnya memantau tumbuh kembang anak, agar nantinya berjalan dengan optimal.

Cara Mencegah Stunting 

Meskipun stunting berisiko mengganggu tumbuh kembang Si Kecil, bukan berarti hal ini tidak dapat dicegah, Bu. Berikut beberapa hal  yang dapat Ibu lakukan:

1. Penuhi Kebutuhan Gizi Selama  Masa Kehamilan

Pencegahan terhadap stunting perlu dilakukan sedini mungkin, yaitu dimulai saat Ibu tengah mengandung. Lembaga kesehatan Milenium Challenge Accont (MCA)-Indonesia menyarankan Ibu hamil memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi, terutama asupan zat besi. Untuk itu, sebaknya di masa kehamilan Ibu mengonsumsi makanan bergizi. Bila perlu, Ibu juga dapat mengonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran dokter. Di trimester kehamilan Ibu membutuhkan sekitar 30-60 mg zat besi agar kesehatan Bumil dan janin senantiasa terjaga. Selain itu, Ibu disarankan melakukan cek kesehatan secara rutin ke bidan atau dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kehamilan.

2. Beri ASI Eksklusif Hingga Si Kecil Berusia 6 Bulan

Ahli nutrisi dari University of Hohenheim, Jerman, Veronika Scherbaum, mengungkapkan bahwa ASI punya peran penting dalam mencegah stunting. Hal ini disebabkan karena ASI memiliki kandungan gizi makro dan mikro yang dapat mencukupi kebutuhan Si Kecil di bawah usia enam bulan. Disebutkan juga bahwa kandungan protein whey dan kolostrum di dalam ASI dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh Si Kecil terhadap penyakit. Berdasarkan survei yang dilakukan di India dan Haiti, Ibu yang melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di satu jam pertama setelah kelahiran memiliki risiko stunting lebih rendah. Ini menjadi salah satu dasar mengapa bidan atau tenaga kesehatan menyarankan para Ibu untuk mendukung proses IMD.

3. Pastikan Asupan Gizi Si Kecil 6 Bulan ke Atas Terpenuhi dengan MP-ASI

Setelah berusia enam bulan, kebutuhan gizi Si Kecil tentunya makin bertambah. ASI saja belum cukup untuk memenuhi asupan gizi hariannya. Oleh sebab itu, Ibu perlu menyiapkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang mengandung zat gizi makro dan mikro untuk membantu kurangi risiko stunting. WHO merekomendasikan fortifikasi (penambahan nutrisi ke dalam makanan) sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Nestlé CERELAC merupakan alternatif MP-ASI fortifikasi yang dapat membantu lengkapi gizi harian Si Kecil, karena diperkaya dengan kandungan zat besi, zink, vitamin A, dan vitamin C. 

4. Pantau Pertumbuhan Si Kecil

Anak yang mengalami stunting, secara fisik memiliki postur tubuh yang lebih pendek dari anak seusianya. Karena itu, penting bagi Ibu untuk memantau pertambahan tinggi dan berat badan Si Kecil secara rutin di Posyandu atau klinik khusus anak. Tujuannya agar Ibu dapat mengetahui lebih awal apakah Si Kecil mengalami gangguan pertumbuhan.

5. Jaga Kebersihan Lingkungan

Ini juga jadi hal yang perlu Ibu perhatikan untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Kondisi kebersihan lingkungan yang tidak terjaga bisa menjadi tempat kuman penyebab penyakit untuk berkembang biak. Hal ini tentu dapat memperbesar risiko anak terinfeksi berbagai penyakit, seperti diare. Menurut hasil studi dari Harvard Chan School, diare merupakan faktor ke-tiga penyebab stunting pada anak. Bahkan dorganisasi kemanusiaan internasional beberapa usia limaularan melalui kontak fisik darianak pastikan lingkungan rumah dan sekitarnya, dalam keadaan bersih, ya.

Bagaimana Bu? Sekarang sudah tidak terlalu khawatir lagi ketika mendengar isu seputar stunting pada anak, kan. Meskipun stunting adalah masalah kesehatan yang dapat mengganggu tahap tumbuh kembang Si Kecil hingga ia dewasa nanti, namun Ibu tetap dapat melakukan beberapa pencegahan sejak dini. Dengan mencukupi asupan gizi di 1.000 hari pertama kehidupan Si Kecil dan menjaga kebersihan lingkungan, Ibu dapat meminimalkan risiko stunting pada Si Kecil.

 

Selengkapnya

Gabung dengan Awal Sehat Tumbuh Sehat Nestlé Sekarang

Yuk, daftar jadi anggota dan dapatkan 4 keuntungan ini!

  • Tips lengkap seputar kehamilan & tumbuh kembang Si Kecil
  • Tools praktis mengenai kehamilan hingga tumbuh kembang Si Kecil
  • Layanan konsumen bebas pulsa
  • Info promo menarik

Daftar di sini!

Konten yang berhubungan

Apakah belum bisa menemukan
yang Anda cari?

Gunakan mesin pencarian baru kami untuk informasi terbaru.