Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Bagikan ini Artikel
X

Lawan Stres saat Hamil agar Si Kecil Tumbuh dengan Optimal!

(0 review)

Kehamilan merupakan masa-masa istimewa bagi tiap calon Ibu. Betapa bahagianya saat pertama kali mengetahui bahwa Ibu sedang mengandung sang buah hati. Namun, seiring dengan berjalannya kehamilan, terjadi banyak sekali perubahan pada tubuh Ibu, terutama di tahap awal. Hormon yang meningkat secara drastis dapat membuat Ibu merasa tidak nyaman, susah tidur atau makan, hingga muntah. Belum lagi saat memasuki trimester akhir, kondisi perut sudah semakin membesar sehingga dapat membuat sangat lelah yang menyebabkan stres pada Ibu hamil.

Kamis, Mei 18th, 2017

Padahal, kondisi kehamilan yang kurang optimal sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin di dalam kandungan. Keadaan emosional Ibu saat hamil juga dapat memengaruhi karakter Si Kecil saat ia lahir nanti. Nah, untuk menghindari kondisi stres saat hamil, sebaiknya Ibu mengenali berbagai penyebab, risiko, dan cara mengatasinya. Yuk, simak penjelasannya berikut!

Apa Saja Penyebab Stres saat Hamil?

Penyebab stres saat hamil bisa berbeda-beda pada setiap calon Ibu. Namun, beberapa hal di bawah ini cukup umum menjadi pemicu stres:

  • Rasa tidak nyaman yang timbul akibat hamil, seperti mual, sembelit, lelah, atau sakit punggung.
  • Perubahan hormon yang drastis, sehingga menyebabkan perubahan suasana hati. Dalam kondisi seperti ini, stres biasanya jadi lebih sulit untuk dihadapi.
  • Kekhawatiran soal kondisi kehamilan, kelahiran, dan keadaan janin secara keseluruhan. Hal ini dapat timbul terutama ketika Ibu belum mendapatkan informasi dan pengetahuan yang cukup, sehingga merasa tidak percaya diri saat menjalani proses kehamilan.

Apa Saja Risiko Stres saat Hamil?

Saat Ibu hamil, stres harus lebih dihindari karena dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi yang dapat mengganggu perkembangan kandungan. Selain itu, waspadai juga risiko stres terhadap kesehatan kandungan, di antaranya:

  • Meningkatkan Reaksi Alergi pada Si Kecil

Menurut sebuah penelitian di Radboud University Belanda, stres berhubungan dengan komposisi mikrobiota usus yang buruk dan meningkatkan reaksi alergi Si Kecil. Studi ini mengukur tingkat stres dan kecemasan Ibu hamil dari uji coba air liur, dan mengambil sampel feses dari 56 bayi usia 7 hari hingga 4 bulan. Ibu yang mengalami stres akan menunjukkan kadar kortisol yang tinggi, sehingga terdapat lebih banyak bakteri proteo dan asam laktat di dalam usus Si Kecil.

  • Meningkatkan Tekanan Darah

Tak hanya itu, stres juga dapat menyebabkan tekanan darah Ibu meningkat sehingga berisiko untuk mengalami .

  • Si Kecil Lahir Prematur

Ketika Ibu hamil, stres dapat menyebabkan Si Kecil lahir prematur (sebelum 37 minggu kehamilan) atau lahir dengan berat badan rendah.

Bagaimana Cara Mengurangi Stres saat Hamil?

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Ibu coba untuk menghilangkan stres saat hamil:

  • Cari tahu apa penyebab stres dan ceritakan hal ini pada pasangan. Berbagi keresahan dan apa yang Ibu pikirkan sudah cukup membantu meringankan beban, lho.
  • Jaga pola tidur, rutin olahraga, dan pastikan Ibu makan dan minum asupan dengan nutrisi seimbang. Fisik yang sehat dapat memengaruhi kondisi mental, sehingga pikiran Ibu bisa lebih segar dan tidak tertekan.
  • Coba aktivitas untuk relaksasi, seperti yoga prenatal atau meditasi. Ibu juga bisa meluangkan waktu untuk pergi liburan ke tempat yang menenangkan bersama pasangan.

Selalu pastikan Ibu selalu sehat dan bebas stres selama kehamilan agar Si Kecil kelak tumbuh aktif, sehat, dan ceria. Happy pregnancy, happy baby!

 

Selengkapnya

Gabung dengan Awal Sehat Tumbuh Sehat Nestlé Sekarang

Yuk, daftar jadi anggota dan dapatkan 4 keuntungan ini!

  • Tips lengkap seputar kehamilan & tumbuh kembang Si Kecil
  • Tools praktis mengenai kehamilan hingga tumbuh kembang Si Kecil
  • Layanan konsumen bebas pulsa
  • Info promo menarik

Daftar di sini!

Konten yang berhubungan
Review Artikel

0 review